Rabu, 21 Januari 2015

LAPORAN PRAKTIKUM KIMA (SIFAT ASAM BASA)

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA
SIFAT ASAM DAN BASA








Laporan Praktikum Larutan Asam Basa

Ø  Judul Praktikum
Mengidentifikasi larutan asam dan basa.
Ø  Tujuan Praktikum
Membedakan larutan asam, larutan basa, dan larutan netral dengan kertas lakmus.
Ø  Teori Dasar
Asam dan basa merupakan zat kimia yang memiliki sifat-sifat yang dapat membantu kita untuk membedakannya.

·         Asam
Menurut Arrhenius, asam adalah senyawa yang jika dilarutkan ke dalam air menghasilkan ion H+.

Sifat-sifat asam diantaranya adalah:
a.      Terasa masam
b.      Bersifat korosif (merusak logam, marmer, dan berbagai bahan lain)
c.       Terionisasi menghasilkan ion H+
d.      Memiliki pH < 7
e.       Memerahkan lakmus biru
                         Contoh senyawa yang termasuk pada asam, yaitu:
¨      HCl
¨      H2SO4
¨      CH3COOH
¨      H3PO4

·         Basa
Menurut Arrhenius, basa adalah senyawa yang jika dilarutkan ke dalam air menghasilkan ion OH-.
Sifat-sifat basa diantaranya adalah:
a.      Terasa pahit
b.      Bersifat kaustik (licin seperti bersabun)
c.       Terionisasi menghasilkan ion OH-
d.      Memiliki pH > 7
e.       Membirukan lakmus merah

Contoh senyawa yang termasuk pada basa, yaitu:
¨      NaOH
¨      Ba(OH)2
¨      NH4OH
¨      KOH
Untuk mengenali sifat suatu larutan dapat diketahui dengan menggunakan indikator asam basa. Indikator asam basa adalah suatu zat yang memberikan warna berbeda pada larutan asam dan larutan basa. Dengan adanya perbedaan warna tersebut, indikator asam basa dapat digunakan untuk mengetahui apa suatu zat termasuk larutan asam atau larutan basa. Salah satu indikator asam basa yang praktis digunakan adalah lakmus. Lakmus berasal dari spesies lumut kerak yang dapat berbentuk larutan atau kertas. Lakmus yang sering digunakan berbentuk kertas, karena lebih sukar teroksidasi dan menghasilkan perubahan warna yang jelas.

Ada 2 jenis kertas lakmus, yaitu:
·         Kertas lakmus merah
Kertas lakmus merah berubah menjadi berwarna biru dalam larutan basa dan pada larutan asam atau netral warnanya tidak berubah (tetap merah).
§        Kertas lakmus biru
Kertas lakmus biru berubah menjadi berwarna merah dalam larutan asam dan pada larutan basa atau netral warnanya tidak berubah (tetap biru).

Ø  Alat dan Bahan
Ø  9 larutan yang diuji, yaitu:


Air Cuka, Air Kapur, Air Suling, NaCl, NaOH, , Amonia, NH4Cl     




Tabung reaksi                                                               Pipet tetes


                                                                                         
                                                                                  

              
       
      


Plat tetes                                                                 Kertas Lakmus     
                            
                                                                                                  
                                                                                                               



Ø













      Langkah Kerja

ü       Memasukkan larutan yang akan diuji ke dalam plat tetes
ü         Mengujinya dengan kertas lakmus merah dan kertas lakmus biru
ü         Mengamati dan mencatat perubahan warna yang terjadi.
ü         mengelompokkan larutan yang sudah diuji tersebut ke dalam sifat asam, basa atau netral  dan mencatat pada tabel hasil pengamatan.

Ø  Hasil Pengamatan

No
Larutan Yang Diuji
Lakmus Merah
Lakmus Biru
Sifat Larutan
1
Air Cuka
Merah
Merah
Asam
2
Air Kapur
Merah
Biru
Netral
3
Air Suling
Merah
Merah
Asam
4
NaCl
Biru
Biru
Basa
5
NaOH
Biru
Biru
Basa
6
Merah
Merah
Asam
7
Amonia
Biru
Biru
Basa
8
Biru
Biru
Basa
9
Merah
Merah
Asam

Ø  Pembahasan
Dalam teorinya telah disebutkan bahwa asam mempunyai rasa masam, sedangkan basa mempunyai rasa pahit. Namun begitu, tidak dianjurkan untuk mengenali asam dan basa dengan cara mencicipinya, sebab banyak diantaranya yang dapat merusak kulit (korosif) atau bahkan bersifat racun.
Asam dan basa dapat dikenali dengan menggunakan zat indikator, yaitu zat yang memberi warna berbeda dalam lingkungan asam dan lingkungan basa (zat yang warnanya dapat berubah saat berinteraksi atau bereaksi dengan senyawa asam maupun senyawa basa). Seperti pada pengujian yang telah dilakukan dan memperoleh hasil sebagai berikut :

§      Pada pengujian Air Cuka, Air Kapur, Air Suling menghasilkan kertas lakmus merah tetap berwarna merah dan kertas lakmus biru berubah menjadi warna merah. Hal ini menunjukkan bahwa Air Cuka, Air Kapur, Air Suling bersifat asam.
§      Pada pengujian NaOH, Amonia, NaCl,  menghasilkan kertas lakmus merah berubah menjadi warna biru dan kertas lakmus biru tetap berwarna biru. Hal ini menunjukkan bahwa NaOH, Amonia, NaCl,  bersifat basa.
§      Pada pengujian Air Kapur menghasilkan kertas lakmus merah berwarna merah dan kertas lakmus biru tetap berwarna biru. Hal ini menunjukkan bahwa Air Kapur bersifat netral. Pada Pengujian asam ini seharusnya Air  kapur bersifat basa namun pada pengujian kali ini kami ini bersifat asam hal ini di karenakan kertas lakmus yang kurang peka atau larutan kapur yang kurang peka.
Ø  Kesimpulan

Berdasarkan hasil pengujian yang telah dilakukan, dapat diambil beberapa kesimpulan, diantaranya :
§       Larutan yang bersifat asam dapat memerahkan kertas lakmus biru;
§       Larutan yang bersifat basa dapat membirukan kertas lakmus merah;
§       Larutan yang bersifat netral tidak mengalami perubahan warna pada kertas lakmus         merah dan biru.



Ø  Judul Praktikum
Membuat indikator dari zat warna pada tumbuhan.

Ø  Tujuan Praktikum
Mempelajari berbagi jenis bahan alam yang dapat digunakan sebagai indikator asam basa.

Ø  Teori Dasar

Indikator alam merupakan bahan alam yang dapat berubah warnannya dalam larutan yang sifatnya berbeda, asam, basa atau netral. Indicator alam yang biasa digunakan untuk pengujian asam basa adalah bunga-bungaan, umbi, kulit buah dan daun yang berwarna.
Beberapa contoh tumbuhan yang biasa digunakan sebagai indikator asam basa yaitu:
·         Bunga kembang sepatu
·         Bunga mawar
·         Kunyit
·         Wortel
·         Kol merah
·         Kulit maggis
·         Bit

4.   Alat dan Bahan

Ø       Plat tetes
Ø Tabung reaksi
Ø       Pipet tetes
Ø       Larutan NaOH
Ø       Larutan NaCl
Ø Larutan 
Ø Larutan NaOH
Ø Larutan Amonia
Ø Larutan 
Ø      3 ekstrak tumbuhan yang di uji, yaitu:
       Ekstrak Kunyit, Kulit Manggis, dan Kol Ungu.


                       







5.   Langkah Kerja

ü  Mengisi plat tetes dengan ekstrak tumbuhan yang akan di uji, melakukannya secara  bergantian 
ü  Menenteskan larutan-larutan yang akan di uji ke plat tetes yang sudah ada ekstrak tumbuhanya. Melakukan cara ini ke ekstrak-ekstrak yang akan di uji.
ü  Mengamati perubahan warna pada masing-masing ekstrak yang sudah di tetesi oleh larutan yang sudah.
6.   Hasil Pengamatan

No
Ekstrak
Warna Asli
Perubahan Warna
Ekstrak NaCl
Ekstrak NaOH
Ekstrak Amonia
Ekstrak 
Ekstrak 
1
Kulit Manggis
Coklat
Coklat
Coklat
Coklat
Coklat
Coklat
2
Kol Ungu
Ungu
Ungu
Hijau
Hijau Toska
Ungu
Hijau Tua
3
Kunyit
Coklat Kekuningan
Coklat
Coklat kekuningan
Coklat
Coklat
Coklat

7.   Pembahasan

Ekstrak Kulit Manggis         : tidak dapat dijadikan indikator alami
Ekstrak Kol Ungu                : dapat dijadikan sebagai indikator alami
Ekstrak kunyit                     : tidak dapat dijadikan indikator alami

§      Pada ekstrak Kol Ungu dapat dijadikan sebagai indikator alami karena mengalami perubahan warna yang kontras/signifikan saat dicampurkan dengan larutan yang sudah ditetesi pada kol ungu tersebut
§      Pada ekstrak kunyit dan kulit manggis tidak dapat dijadikan sebagai indikator alami karena tidak mengalami perubahan warna yang berbeda, ketika di campurkan dengan larutan yang diatas.

8.   Kesimpulan

Berdasarkan hasil pengujian yang telah dilakukan, dapat diambil kesimpulan bahwa indikator pembeda asam basa yang baik adalah zat warna yang dapat memberikan perubahan warna yang signifikan.



Ø Lampiran










luvne.com resepkuekeringku.com desainrumahnya.com yayasanbabysitterku.com

3 komentar: